Seperangkat alat tugas seorang Fotografer wedding hilang di Hotel Aston saat menjalankan tugas sesi pernikahan. Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya Lantai 16 Lounge Hotel Aston Bekasi Barat.

Manajemen Hotel ASTON Imperial Bekasi Jalan KH. Noer Alie Nomor 177 Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Minggu (27/09) tidak merespon kasus kehilangan.

Deni Setyawan sebagai korban didampingi Condra dan Topan menyesalkan insiden. “Kami sudah menghubungi sekurity namun sayang justru mereka terkesan menginformasi sering terjadi kasus serupa, ” kata Deni pada jurnalis Minggu (27/9).

Pihak korban Deny merasa diintimidasi oleh sekuriti. Alasan sebagai kesalahan korban karena teledor. “Bahkan saat kami minta dibuka Closed Circuit TeleVision (CCTV) sebagai kamera pengawas petunjuk bukti kehilangannya Flash Lensa type 85 Mili BARU LIMA BULAN pihak Aston merasa keberatan membukanya,” terang Deni yang diamini Topan.

Argumentasi Aston lanjut Deni terkait dengan alasan PRIVACY. “Jika itu privacy sebagai alasannya sejatinya tidak masalah untuk dibuka rekamannya sebagai petunjuk ottentik hukum,” tandas nya.

Manajer Of Duty (MOD) Hotel Aston bernama Priyono terkesan tidak bersedia menemui pihak Sederhana.

Front Office Bagus bahkan menyebutkan bahwa MOD sudah naik ke lantai atas tanpa memberitahukan pihak media . Padahal jelas media minta bertemu MOD.

Terkait CCTV yang bisa dilakukan menurut Bagus membuka CCTV namun keterangan bertentangan dengan yang diberikan sekurity . “Wewenang membuka CCTV adalah di sekurity dan naik ke lantai 16 harus ada akses,” tutup Bagus.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bc Meximas Web Solutions