Rally Doa untuk Keselamatan Indonesia dalam Rangka HUT RI  ke -75 tahun dengan tema “Tangguh di tengah Pandemi”.  Acara ini di laksanakan di Restoran Lenggang Kemayoran Jakarta pada Selasa (21/7).

Tali Kasih Persaudaraan Indonesia
bagian dari rangkaian tali doa buat bangsa dan negara dengan tasyukaran rangkaian hari kemerdekaan RI yang ke 75 tahun setelah mulai di berlakukan new normal maka kita mencoba beradaptasi pendemi covid-19 kegiatan -kegiatan yang masih terbatas untuk lintas agama bangsa dan negara.

 

Hadir Ketua Umum FBR KH. Lutfi Hakim bersama Sekjen Tali kasih persaudaraan Indonesia Merry H dan Ketua PGIW Pdt.A. S.Supit. Kegiatan ini nampak juga para ibu Srikandi FBR (Forum Betawi Rempug), anggota FBR Kemayoran serta anggota forum Tali persaudaraan.

Saat diwawancarai awak media KH.Lutfi Hakim mengatakan ,” Kebetulan kita setiap saat ada event untuk komunitas-komunitas, dan sebelumnya kita sudah ada event-event. Kita sama-sama berdoa untuk bangsa dan negara , meninggalkan suasana pendemi dengan secepatnya, dan kita sabar melakukan protokol kesehatan, dimana telah membatasi setiap aktivitas dan ruang gerak dan kesabaran kita, moga-moga akan dapat hasil yang lebih baik kedepannya, Amin. ”

 

 

” Harapan kedepannya kami akan bersinergi hal-hal lain untuk bangsa dan negara,” tambah KH. Lutfi hakim.

Sementara Bu Merry selaku Sekjen Tali Kasih Persaudaraan Indonesia menambahkan,” Rally Doa ini merupakan lanjutan, Kemarin ada di Depok, di Menteng dan ini yang giat ke-4 kami, adapun acara ini bertujuan untuk merangkai tali persaudaraan sesama anak bangsa dan selalu berdoa untuk kenyamanan negara kita.”

 

Kita harus menghentikan peperangan di media sosial, jangan sampai para perusak negara kita menyusup mau memecahbelahkan anak bangsa. Kegiatan kami ke depan akan memfokuskan ke pendidikan, ya membantu keluarga yang berkekurangan untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Kita harus saling mengasihi, karena kita sudah mempunyai Pancasila sebagai dasar negara kita dan Bhinneka Tunggal Ika  sebagai pedoman bangsa kita, yang artinya walaupun kita berbeda suku, agama dan budaya tapi kita disatukan di negeri kita tercinta ini untuk hidup rukun bersama.

 

Acara ini ditutup dengan doa bersama dan ramah-tamah.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bc Meximas Web Solutions