Hari ini Selasa,17 Maret 2020 Constitution Of Liberation (CONTOL) melakukan aksi demo di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
Beberapa hal yang mereka sampaikan yaitu terkait kesehatan di Kota Bekasi yang sampai saat ini belum di tangani dengan baik oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Gizi Buruk dan Stunting dan HIV/AIDS.
karena hal tersebut perlu menjadi hal yang harus di perhatikan kembali oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi agar adanya tindakan nyata dalam pencegahan dan penanganan yang maksimal.

Baasith Tegang selaku koordinator lapangan menegaskan, ” agar Dinas Kesehatan Kota Bekasi memberikan pelayanan, kinerja serta upaya – upaya yang nyata dalam melakukan penanganan terhadap penyakit – penyakit yang melanda masyarakat Kota Bekasi seperti DBD, Gizi Buruk dan Stunting, juga HIV/AIDS”.
Baasith Tegang hari ini adalah Koordinator Lapangan pada aksi demo tersebut.

Constitution Of Liberation (CONTOL) juga menyampaikan beberapa tuntutan yaitu ;
1. Evaluasi Kinerja Dinas Kesehatan Kota Bekasi sekaligus pecat kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit yang di nilai gagal menjalankan 10 program penanggulangan DBD.
2. Meminta kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk segera melakukan penanggulangan nyata untuk mencegah wabah Demam Berdarah di seluruh Kelurahan di Kota Bekasi.
3. Mengatasi Kelangkaan Obat ARV dan sejenisnya secepatnya.

Baasith Tegang juga berharap, ” Semoga dengan aksi ini membuat Dinas Kesehatan Kota Bekasi dapat bergerak Cepat mengatasi permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada di Kota Bekasi, dan apa yang hari ini terjadi di Kota Bekasi terkait Virus Corona dapat di tanggulangi dengan cepat dan efektif.”

Saat awak media mengkorfirmasi dengan adanya demo di Kantor DINKES Bekasi, dr.Siti Nurliah selaku Kepala Seksi Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Bekasi menjelaskan , “Selama ini di kota Bekasi sudah ada instruksi dari Walikota Bekasi sejak tahun 2017 terkenal dengan program setiap rumah ada satu jumantik, Ini yang bertanggung jawab anggota keluarga terhadap rumahnya sendiri, dan di Bekasi sudah ada setiap seminggu sekali sudah melakukan pembinaan bintik, apakah ada jentik nyamuk di rumah warga tersebut, para penyuluh bintik (jumantik) akan meaporkan ke RT, RW hingga ke Kelurahan.

” Di Indonesia jika angka kematian masyarakat akibat DBD masih dibawah 10 persen berarti masih dikategorikan baik, Sementara kota Bekasi masih di angka 0.1 persen. Berarti kota Bekasi penanggulangan DBD masih baik,” tutup dr.Siti Nurliah.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bc Meximas Web Solutions