Bertempat di Gedung Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Jalan Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat berlangsung kegiatan silaturahim keluarga besar anak cucumber pecinta Masyumi pada Sabtu (7/3).
Kegiatan silatul ukhuwah dan urun rembuk nasional keluarga besar, zuriyah, dan perintahkan Masyumi ini dihadiri sekitar ratusan peserta yang terlihat memadati gedung dakwah sejak pagi.

Ketua P-411 Ustad Dr. Masri Sitanggang mengatakan kesadaran politik umat Islam baru terjadi saat era Proklamasi Bangsa namun belum memiliki fondasi yang kuat dalam sistem perpolitikan negara.

“Oleh karena itu saya menghimbau agar umat Islam memiliki kesadaran yang kuat untuk berpolitik,” ujarnya.

Menurut Ustad Masri, umat Islam harus memiliki partai sendiri yakni Partai Islam Ideologis dimana Masyumi menjadi kekuatan pembangun Partai Islam Ideologis.

“Secepatnya Partai Ideologis Islam akan kita deklarasikan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Maka itu saya himbau umat Islam datang membanjiri station GBK nanti,” tambahnya.

KH Ahmad Cholil Ridwan, LC sebagai Ketua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPUPPII), mengatakan Partai Islam Kaffah Ideologis ini harus mengoreksi Partai Islam yang ada saat ini.

“Partai Ideologis Islam harus berdiri sebagai wadah menyalurkan dan memperjuangkan suara umat Islam Indonesia. Oleh karena itu Partai Kaffah Ideologis ini harus merebut dan masuk ke sistem politik baik di Eksekutif (Istana), maupun Legislatif (DPR). Islam dan ulama saat ini sedang di zholimi dari berbagai bidang, oleh karena itu PII harus maju untuk melindungi Islam dan Ulama kita,” ujarnya.

Oleh karena itu menurut Kyai Ridwan Saidui Partai yang ideal untuk umat Islam adalah Islam Kaffah dan Islam Ideologis.

“Saya himbau semua pengurus Partai Islam Kaffah dan Islam Ideologis harus mampu hidup sederhana sesuai syariah Islam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ustad Ridwan meminta segenap umat Islam yang hadir tidak melupakan sejarah berdirinya Masyumi.

“Kalau tidak ada Masyumi belum tentu NKRI berdiri, dan jika Martini tidak membubarkan diri maka tidak ada pula Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Oleh karena itu semua yang hadir diruangan ini harus mengingat sejarah berdirinya Masyumi yaitu partai yang berjuang dijalan Allah SWT,” pungkasnya.

Partai Ideologis Islam yang saat ini terus digodok oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha (BPU) ingin mengulangi kejayaan Partai Masyumi tempo dulu yakni “Masyumi Reborn”, rencananya akan dideklarasikan pada tanggal 22 Juni 2020, yang sekaligus menjadi momen memperingati Piagam Jakarta (22 Juni 1945).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bc Meximas Web Solutions