Ditemui setelah mendatangi Kantor Polres Jakarta Pusat, Susetyowati S.Sos, M.Si (Ning Aty) mengungkapkan bahwa Ia ingin melaporkan Akun WhatsAp miliknya telah di ambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ( hacker), namun pihak Polres belum dapat menerima laporannya.

Adapun kartu Whats App (WA) provider Telkomsel nomer 0812 xxxx 7770 sejak hari Senin (17/02/2020) tidak bisa difungsikan lagi oleh Susetyowati (sebagai pemilik akun).

” Akun Whats App Saya di hacker Sejak Senin pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB, ” ujar Susetyowati saat ditanyai awak media pada Rabu (19/2/2020).

Selama akun WhatsApp dipegang oleh pihak hacker ternyata sudah digunakan untuk menipu beberapa anggota yang ada di Group akun WhatsApp tersebut dengan dalil pinjam uang.

” Masak saya dibilang mau pinjam uang 10 juta, untung Sahabat saya , nggak ada yang ransfer dan tak percaya. Ini sudah mencemarkan nama baik saya, ” tambah Susetyowati.

Saya juga membawa Sahabat ke kantor Polres ini, untuk mendampingi saya, karena sahabat saya ini ikut dihubungi si hacker WA saya untuk pinjem uang.

Sahabat saya juga sekarang merasa nggak nyaman, karena takut si hacker melakukan hal negatif dikemudian hari.

Sahabat saya yang ikut bernama Tintan, Shagi dan Ayi Black.

Di WhatsApp ini Saya sebagai admin di beberapa Group yang anggotanya banyak. Group WhatsApp itu antara lain Group International Politict 01, Group International Business, Group Gaul Eksekutif, Group Gaul Legeslatif dan beberapa Group lainnya.

” Saya sebagai admin, Si hacker malah membuat Keluar dari group yang saya bikin ” , ujar Susetyowati.

Melalui media online ini Kami :

1. Menghimbau kepada Saudara-Saudaraku semua untuk tidak melayani Akun WhatsApp yang bersangkutan bila akun tersebut menghubungi saudara saudaraku untuk sesuatu apapun.

2. Jika ada yang minta kode verifikasi Akun WhatsApp kepada saudara saudaraku untuk tidak melayaninya dengan cara apapun.

” Untuk mengatasi hal hal tersebut bila terjadi dengan saudara saudaraku maka segera laporkan ke pihak polisi terdekat, ” tegas Susetyowati.

Tadi Yang saya temui Bapak Sandro , saya lupa pangkatnya dan Beliau mengatakan bahwa untuk laporan saya belum cukup bukti dan belum ada kerugian materi.

” Dan pihak kepolisian masih memprioritaskan kejahatan kriminal dibanding dengan kejahatan siber, untuk diketahui dalam mengungkap kejahatan siber (ITE) perlu biaya yang besar,” tutup Susetyowati

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bc Meximas Web Solutions