Yotam Wakum -Ferry Maju Sebagai Calon Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Supiori Provinsi Papua Periode Tahun 2020-2025

 

 

Yotam Wakum – Ferry maju sebagai Calon bupati dan wakil bupati kabupaten Supiori Provinsi Papua Periode Tahun 2020-2025. Awak media telah datang dan mewawancarai Yotam di gedung Dewan Pers pada Senin (31/8).

Seperti diketahui sebelumnya, Bapaslon dari jalur Perseorangan ( Independen) Pilkada, Yotam-Ferry telah melaporkan dan menggugat 3 komisioner KPU karena diduga memanipulasi data B1KWK ke sentra Gakkumdu. Setelah menjalani pemeriksaan oleh sentra Gakkumdu, akhirnya ketua KPUD supiori, Ronald Buziri Korwa ditetapkan sebagai tersangka.

 

 

Dari berita yang kami himpun, peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Indonesia, dimana  putusan sidang sudah bulat  (inkra) dengan pidana penjara 4 tahun dan denda 50 juta rupiah di PN Biak tanggal 13 Agustus 2020 terhadap tersangka Ketua KPUD Supiori.

Kenapa Saya di persulit waktu Pilkada kemarin ?

” Terlihat komisioner KPUD  itu tidak menjalankan Undang-Undang PEMILU , tapi Mereka menjalankan perintah orang, Saya duga Mereka itu sudah masuk angin , di duga pelakunya adalah  calon bupati lain,aktornya terutama para pejabat yang punya wewenang besar di kabupaten Supiori,” ujar Yotam.

 

 

Yotam Wakum selaku pihak yang merasa dirugikan mengatakan , ” Hal ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar bekerja dengan jujur di Kabupaten Supiori.”

Kabupaten Supiori memiliki sumber daya alam hasil laut dan merupakan penduduk terkecil di Indonesia. Pariwisata dan tambang adalah devisa bagi Pemerintah dan masyarakat Supiori.

Saya di anggap sebagai kontestan yang berpengaruh dalam pilkada kemarin, sehingga Mereka mencoba untuk mempersulit Saya, supaya tidak bisa maju. Hingga sekarang Saya di zolimi,  syarat dukungan standar yang berlaku di KPUD adalah 1.580 pemilih, Sementara saya sudah melampaui yaitu 1.867 pemilih.

” Yotam juga berterima-kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah bekerja dan memproses masalah ini hingga selesai.Terima-kasih kepada penegak hukum, Kejaksaan Negeri Biak, Pengadilan Negeri Biak, Bawaslu Kabupaten Supiori, Gakkumdu Kabupaten Supiori, yang telah memproses pelanggaran pidana pemilihan umum kepala daerah di kabupaten Supiori,” tambah Yotam.

Yotam juga berterimakasih kepada semua pendukungnya yang telah memberikan KTP mereka guna mendukungnya maju sebagai calon bupati 2020-2025. Yotam berharap pendukungnya tetap tenang dan menunggu.

 

Dikatakan untuk selanjutnya dirinya akan melanjutkan proses ini ke DKPP di Jakarta bahkan dirinya akan terus mencari keadilan sampai di Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar.

Harapan ke depannya jika Yotam terpilih jadi Bupati, Program utama yang akan saya buat sekolah SD (Sekolah Dasar) hingga PT (Perguruan Tinggi) gratis dan Pelayanan Kesehatan di Rumah sakit gratis .

Saya di dukung oleh jemaat GKI (Gereja Kristen Indonesia) kabupaten Supiori,  terpanggil untuk melayani sesama manusia.

” Saya masih berstatus  Aparatur Sipil Negara (ASN), namun  dengan pencalonan Bupati ke depan ini, Saya siap mundur dan seratus persen Insya Allah akan bekerja untuk masyarakat Papua khususnya kabupaten Supiori, ” tutup Yotam.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bc Meximas Web Solutions